Senin, 02 April 2012

10 Besar Makanan Terbaik Di Dunia

10. Massaman curry, Thailand




Although not the world's most delicious food, it is still emphatically the king of curries. Spicy, coconutty, sweet and savory, its combination of flavors has more personality than a Thai election.

Even the packet sauce you buy from the supermarket can make the most delinquent of cooks look like a Michelin potential. Thankfully, someone invented rice, with which diners can mop up the last drizzles of curry sauce.
“The Land of Smiles” isn’t just a marketing tag-line. It’s a result of being born in a land where the best curry is sold on nearly every street corner.

9. Peking duck, China 



"Peking duck! its a wonder....." wrote Shan Cao on our Facebook page.
We can only guess Shan Cao was in the middle of forking a piece of this maltose-syrup glazed duck dish into his/her mouth and forgot to finish the sentence. Slow-roasted in an oven, the crispy, syrup-coated skin is so good that authentic eateries will serve more skin than meat, and bring it with pancakes, onions and hoisin or sweet bean sauce. Other than flying or floating, this is the only way you want your duck.

8. Ramen, Japan 


Japanese protocol says the tastier your ramen is, the louder you should slurp it up to show respect to your chef. Not that they need more respect. One mouthful of this most Japanese of noodle broths will quickly tell you that either you have a ramen trigger in your brain, or Japanese chefs are geniuses.

7. Dim sum, Hong Kong 


Equally fun and delicious to eat, a trip to Hong Kong isn't complete without trying this traditional Cantonese lunch food. Popular with everyone from pass-through tourists to local kids and the elderly, most dim sum come in bite-size pieces so you don't have to waste time cutting the stuff up.
Bring a few friends and wash the food down with the free-flow tea.

6. Som tam (Papaya salad), Thailand
 


After reading reader Kun Chotpakdeetrakul's comment, "Papaya salad and som tam [are] the same thing. You should combine vote for these two together," we did just that, pushing som tam to just 80 votes shy of the top five.
To prepare Thailand's iconic salad, pound garlic and chilies with a mortar and pestle. Toss in tamarind juice, fish sauce, peanuts, dried shrimp, tomatoes, lime juice, sugar cane paste, string beans and a handful of grated green papaya.

5. Pad thai, Thailand 


Here's a food Thai people can't live without.
Similar to Bulgogi (see #22), pad Thai is packed with nutrients stirred into one glorious fried-noodle dish.
The secret's in the sauce -- tamarind paste. If anyone ever creates a Hall of Food Fame, that should be first on the list.

4. Tom yam goong, Thailand 


Reader Supot Sakulwongtana made it clear that "delicious includes a little bit hot." A little bit hot is right because you need room for a load more flavors too.
This Thai masterpiece teems with shrimp, mushrooms, tomatoes, lemongrass, galangal and kaffir lime leaves. Usually loaded with coconut milk and cream, the hearty soup unifies a host of favorite Thai tastes: sour, salty, spicy and sweet. Best of all is the price: cheap.

3. Sushi, Japan 


When Japan wants to build something right, it builds it really right. Brand giants such as Toyota, Nintendo, Sony, Nikon and Yamaha may have been created by people fueled by nothing more complicated than raw fish and rice, but it’s how the fish and rice is put together that makes this a global first-date favorite.
This perfect marriage between raw fish and rice has easily kept sushi in the top five. And like one reader, Nymayor, wrote, "Now to be fair, DELICIOUS can be simple."

2. Nasi goreng, Indonesia


"I like rendang and nasi goreng, two of most popular food in Indonesia!" Reader Rizky Ramadhika's got it. And thousands of other voters agreed.
The wonder of combining rice with egg, chicken and prawns strikes again. The second fried rice to make the list, this Indonesian delight received more than 10 times the vote of its Thai counterpart (see #23), propelling the former from non-runner to runner-up.

1. Rendang, Indonesia 


Reader Kamal F Chaniago showed great foresight when he wrote, "Rendang is the best." A clear winner with a loyal following, this beefy dish can now rightfully claim the title of "World's Most Delicious Food."
Beef is slowly simmered with coconut milk and a mixture of lemongrass, galangal, garlic, turmeric, ginger and chilies, then left to stew for a few hours to create this dish of tender, flavorful bovine goodness.
The Indonesian dish is often served at ceremonial occasions and to honored guests. It's not only delicious but also comes with a simple recipe. If you haven't already, go ahead and take reader Isabela Desita's advice: "Rendang should be the first! It's really nice, you should try!"


 

jengjeng matriphe!


Sensasi Pedas-Manis-Dingin Rujak Es Krim

Rujak Es Krim
Pedas, biasanya membawa sensasi hot, panas, dan berkeringat. Lalu bagaimana kalo sensasi pedas justru dipadukan dengan nuansa manis dan dingin?
Di Jogja, ada jajanan khas yang cukup banyak bertebaran. Jajanan yang mantab disantap di kala panas terik. Jajanan itu adalah Rujak Es Krim.
Continue reading

Segarnya Es Bir Kocok Gang Roda, Bogor

Bir Kocok
Bir, minuman yang mengandung alkohol ini bagi sebagian orang merupakan minuman yang haram untuk dikonsumsi.
Namun ini ndak berlaku untuk minuman segar dari Bogor ini.
Pas jeng-jeng kemarin, Pakde Mbilung mengajak saya untuk menikmati minuman yang bisa dibilang hampir punah ini.
Continue reading

Romantisme Nostalgia Es Puter

Menikmati Es Puter
Es Puter. Siapa sih yang ndak kenal Es Puter?
Es krim ala rakyat ini memberikan nuansa nostalgia dan romantisme tersendiri. Namun es ini mulai jarang ditemui karena tergerus oleh es krim-es krim modern cepat saji.
Beruntung, ketika menjelajahi gang-gang sempit perkampungan tua di Kotagede, kami menemui penjual es yang biasa berkeliling ke kampung-kampung ini.
Menikmati Es Puter di perkampungan tua macam Kotagede langsung melemparkan saya ke masa kanak-kanak!
Continue reading

Es Dawet Durian Kampung Kali

Es dawet durian Kampung Kali
Sebenernya sudah cukup lama saya mendengar legenda Es Dawet Durian Semarang ini, namun berhubung saya buta dengan peta perkulineran Semarang, saya hanya mengira es ini hanya tinggal cerita belaka.
Akhirnya tadi siang saya berhasil menemukan kembali legenda yang hilang tersebut berkat petunjuk dan pencerahan dari Fany. Thanks, Fan! ;)
Panasnya Semarang memang cucok kali untuk nyeruput es. Belum lagi, bulan-bulan begini adalah musim-musim durian. Hoho.. I love durian! =p~
Continue reading

Es Bubur Kacang Hijau Madura

Es Bubur Kacang Hijau Madura
Pernah makan bubur kacang hijau? Pernah donk. Entah itu dalam keadaan hangat atau pun dicampur dengan es, bubur kacang hijau selain nikmat juga berkhasiat.
Nah di Jogja, (update: ternyata di Bogor banyak ditemukan, info dari Luthfi), ada sebuah jenis makanan unik yang disebut dengan Es Bubur Kacang Hijau Madura. Apakah jenis es ini berasal dari Madura? Entahlah, yang pasti rata-rata penjualnya berasal dari Madura.
Di Jogja, memang banyak tersebar warung burjo, alias bubur kacang ijo. Warung-warung burjo ini umumnya buka 24 jam dan selain menyediakan burjo, warung ini juga menyediakan makanan khas anak kos seperti indomi goreng, indomi rebus, es milo, milo hangat, dan sebagainya. Warung ini umumnya dikelola oleh orang-orang yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat.
Tapi menu burjo yang akan saya tulis ini berbeda. Warung berkonsep tenda ala kaki lima ini jumlahnya tak sebanyak warung-warung burjo 24 jam yang banyak ditemukan di kantong-kantong pemukiman kos-kosan mahasiswa tersebut.

5 Chef Cantik Dan Seksi Di Indonesia




Berita Aneh - Muda, cantik dan pintar memasak. Lelaki mana yang tidak memimpikan pasangan hidup seperti mereka. Bakat memasaknya, serta latar belakang pendidikannya di bidang kuliner, mengantarkan mereka menjadi celebrity chef di Indonesia. Berikut 5 chef cantik di Indonesia:

1. Chef Farah Quinn

Farah Fauzan Quinn adalah model, koki dan selebritis Indonesia. Masa kecilnya di Sumatera kerap ia habiskan untuk membantu sang ibu di dapur. Ia mulai dikenal luas setelah memandu acara kuliner Ala Chef di TransTV. Sebelum masuk ke dunia kuliner, Farah melanjutkan kuliah di jurusan Finance di Indiana University Of Pennsylvania, Amerika Serikat. Farah mengakui bahwa dirinya bukanlah tipikal pekerja kantoran. Karena itulah Farah memulai karirnya di “Lydia’s Pittsburgh”, sebuah restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania. Ia juga melanjutkan pendidikannya di Pittsburgh Culinary Institute dan mengambil keahlian khusus dalam bidang pastry atau kue-kue.

Setelah lulus, Farah pindah ke
Phoenix, Arizona. Ia kemudian bekerja di Arizona Biltmore Resort. Farah juga sempat mengikuti World Pastry Championship dan mendapatkan kesempatan belajar memasak pada Chef Ewald Notter and Colette Peters. Tahun 2005, keberuntungan membawa Farah dalam acara pertemuan G8 di Sea Island Georgia. Di bawah bimbingan Chef James Mullaney, ia menciptakan menu dessert yang spesial. Hidangan penutup itu disajikan untuk beberapa orang seperti Ibu Negara Laura Bush dan delegasi dunia lain. Pada tahun 2005, ia menikah dengan Carson Quinn. Ia dan suaminya kemudian membuka restoran sendiri “Camus” di Phoenix, Arizona. Restoran itu dianugerahi 4 bintang untuk masakan dan juga banyak penghargaan lainnya. Farah memperoleh banyak ketenaran. Gara-gara restorannya, nama Farah mulai tenar. Ia kerap tampil di beberapa koran dan majalah. “Camus” kemudian telah dijualnya.

2. Chef Marinka


Maria Irene Susanto, kini lebih dikenal dengan nama Ririn Marinka. Wajah cantiknya yang muncul seminggu sekali di acara Cooking Paradise di Trans 7 dan Master Chef Indonesia di RCTI, membuatnya menjadi celebrity chef, istilah yang belakangan ini naik daun. Ketertarikan Marinka di dunia memasak sedah dimulai sejak Ia masih kecil.

Untuk mewujudkan cita-cita sebagai koki profesional, ia masuk sekolah kuliner Le Cordon Blue, di Sydney, Australia, dengan speciality French Cuisine & Patisserie. Selama 8 tahun tinggal dan kuliah di jurusan lain di Sydney, Marinka beberapa kali magang di restoran. Sekembalinya ke Indonesia, pada tahun 2005 ia membuka café Warung Telur Ceplok di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Sayang, warungnya hanya bertahan 1,5 tahun saja. Namun selepas itu, keberuntungannya terus menghampirinya hingga seperti sekarang ini.

3. Chef Karen Carlotta


Menjadi seorang ahli masak adalah sebuah cita-cita Chef Karen Carlotta atau biasa dipanggil Chef KC. Sejak kecil, dirinya memang sudah gemar memperhatikan sang
mama memasak dan akhirnya belajar memasak. Meski mengaku sudah banyak pengalaman di dunia masak memasak, Chef KC mengaku enggan untuk disandingkan dengan beberapa ahli masak lainnya.

Chef Karen atau KC menceritakan jika dirinya sempat belajar memasak di negeri Singapura. Sejak saat itulah, dirinya memutuskan untuk menseriusi profesi yang kini banyak digandrungi itu.

Chef KC pertama kali naik daun dalam acara Venue di Metro TV, kini dia menggantikan Chef Rinrin Marinka di acara Cooking Paradise di Trans7.

4. Chef Vindy Lee

Penulis buku berjudul Sexy food ini tadinya bermukim di Los Angels sebagai personel chef. Dua tahun belakangan, Vindy Lee yang kelahiran Jakarta ini kembali ke tanah air untuk berbagai pengalaman memasak. Padahal, Vindy sama sekali tak pernah duduk di sekolah kuliner, bahkan jurusan yang diambilnya di University of Soutern California adalah bidang politik.

5. Chef Rima


Nama Rima Melati Adams baru dikenal oleh punlik Indonesia setelah wanita cantik ini menikah dengan Marcell Siahaan, 28 Januari 2009 lalu. Dari sekian banyak bakat yang dimiliki Rima, memasak adalah salah satunya. Tak heran,
Global TV lantas melirik mantan finalis Miss Singapore Universe 2001 ini untuk memandu acara Kichen Bieb.

Diabetes dalam Kehamilan

Diabetes dalam Kehamilan (Diabetes Melitus Gestational)
Definisi
Diabetes melitus gestational adalah keadaan  intoleransi karbohidrat dari seorang wanita yang diketahui pertama kali ketika dia sedang hamil. Diabetes gestational terjadi karena kelainan yang dipicu oleh kehamilan, diperkirakan karena terjadinya perubahan pada metabolisme glukosa. Teori yang lain mengatakan bahwa diabetes tipe 2 ini disebut sebagai “unmasked” atau baru ditemukan saat hamil dan patut dicurigai pada wanita yang memiliki ciri gemuk, riwayat keluarga diabetes, riwayat melahirkan bayi > 4 kg, riwayat bayi lahir mati, dan riwayat abortus berulang.
Angka lahir mati terutama pada diabetes yang tidak terkendali dapat terjadi 10 kali dari normal. Wijono melaporkan rasio 0,18% diabetes dalam kehamilan di RS Dr.Cipto Mangunkusumo.
Klasifikasi
Diabetes diklasifikasikan sebagai Tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus ) dan tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus ). Diabetes tipe 1 adalah kasus genetik yang pada umumnya dimiliki sejak kecil dan memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah. Diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh keturunan dengan penyebabnya adalah kurangnya penghasil insulin dalam tubuh dan tidak sensitif terhadap hormon insulin. Diabetes tipe 2 adalah kasus yang tidak memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah. Insulin sendiri adalah hormon yang membawa glukosa dari darah masuk se dalam sel-sel tubuh.
Diabetes adalah komplikasi umum dari kehamilan. Pasien dapat dipisahkan menjadi 2, yaitu mereka yang sudah diketahui sebelumya menderita diabetes dan mereka yang didiagnosis menderita diabetes saat sedang hamil (gestasional).
Gambar 1. Proses terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2
Skrining
Fourth International Workshop-Conference on Gestational Diabetes: Merekomendasikan skrining untuk mendeteksi Diabetes Gestasional :
  • Risiko Rendah :
Tes glukosa darah tidak dibutuhkan apabila :
o   Angka kejadian diabetes gestational pada daerah tersebut rendah
o   Tidak didapatkan riwayat diabetes pada kerabat dekat
o   Usia < 25 tahun
o   Berat badan normal sebelum hamil
o   Tidak memiliki riwayat metabolism glukosa terganggu
o   Tidak ada riwayat obstetric terganggu sebelumnya
  • Risiko Sedang :
o   Dilakukan tes gula darah pada kehamilan 24 – 28 minggu terutama pada wanita dengan ras Hispanik, Afrika, Amerika, Asia Timur, dan Asia Selatan
  • Risiko Tinggi : wanita dengan obesitas, riwayat keluarga dengan diabetes, mengalami glukosuria (air seni mengandung glukosa)
o   Dilakukan tes gula darah secepatnya. Bila diabetes gestasional tidak terdiagnosis maka pemeriksaan gula darah diulang pada minggu 24 – 28 kehamilan atau kapanpun ketika pasien mendapat gejala yang menandakan keadaan hiperglikemia (kadar gula di dalam darah berlebihan)
Dari Metzger dan Coustan (1998)
Skrining selektif seharusnya digunakan pada diabetes gestasional seperti skrining diabetes pada umumnya. Teknik skrining dianjurkan bagi semua wanita hamil menurut American Diabetes Association (2005) dengan menggunakan :
  1.  Pasien diberikan 50 g beban glukosa oral, dan kadar gula darahnya diperiksa 1 jam kemudian. Bila kadar glukosa plasma > 140 mg/dl maka perlu dilanjutkan dengan tes toleransi glukosa 3 jam. Tes ini cukup efektif untuk mengidentifikasikan wanita dengan diabetes gestational
  2. Tes toleransi glukosa oral adalah tes dimana pasien diberikan 100 g beban glukosa oral, kemudian diperiksa kadar gula darahnya dengan hasil pada pasien normal :

    Pemeriksaan
    Kadar Gula darah (mg/dl)
    Puasa
    Jam 1
    Jam 2
    Jam 3
    < 95
    < 180
    < 155
    < 140
                   Tabel 1. Tes Beban Glukosa Oral (American Diabetes Association, 2005)
    Bila ditemukan 2 nilai abnormal maka ibu tersebut menderita diabetes melitus. Tes tersebut dilakukan pada awal kehamilan kemudian diulangi lagi pada usia kehamilan 34 minggu.
    World Health Organization (WHO) merekomendasikan kriteria diagnostik menggunakan tes beban glukosa oral 75 g. Diabetes gestasional didiagnosis bila:
     
    Pemeriksaan
    Kadar Gula darah (mg/dl)
    Puasa
    Jam 2
    > 126
    > 140
                                         Tabel 2. Tes Beban Glukosa Oral (WHO)
    Pencarian diabetes gestational dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan ibu hamil dan meyakinkan seorang ibu untuk melakukan pemeriksaan skrining untuk tes setelah melahirkan.
    Komplikasi pada Ibu dan Bayi
    Masalah yang ditemukan pada bayi yang ibunya menderita diabetes dalam kehamilan adalah kelainan bawaan, makrosomia (bayi besar > 4 kg), hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hipokalsemia (kadar kalsium dalam tubuh rendah), hiperbilirubinemia (bilirubun berlebihan dalam tubuh), sindrom gawat napas, dan kematian janin. Faktor maternal (pada ibu) yang berkaitan dengan peningkatan angka kejadian makrosomia adalah obesitas, hiperglikemia, usia tua, dan multiparitas (jumlah kehamilan > 4). Makrosomia memiliki risiko kematian janin saat dilahirkan karena ketika melahirkan, bahu janin dapat nyangkut serta dan peningkatan jumlah operasi caesar. Hipoglikemia pada bayi dapat terjadi beberapa jam setelah bayi dilahirkan. Hal ini terjadi karena ibu mengalami hiperglikemia (kadar gula darah berlebihan) yang menyebabkan bayi menjadi hiperinsulinemia (kadar hormone insulin dalam tubuh janin berlebihan).
    Komplikasi yang didapatkan pada ibu dengan diabetes gestasional berkaitan dengan hipertensi, pre-eklampsia, dan peningkatan risiko operasi caesar.
    Pemeriksaan penunjang
    Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan kadar gula darah atau skrining glukosa darah serta ultrasonografi untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan dan makrosomia.
    Terapi
    Pengawasan sendiri kadar gula darah sangat dianjurkan pada wanita dengan diabetes dalam kehamilan. Tujuan utama monitoring adalah mendeteksi konsentrasi glukosa yang tinggi yang dapat menyebabkan peningkatan angka kejadian kematian janin. Selain monitoring, terapi diabetes dalam kehamilan adalah :
  3. Diet
Terapi nutrisi adalah terapi utama di dalam penatalaksanaan diabetes. Tujuan utama terapi diet adalah menyediakan nutrisi yang cukup bagi ibu dan janin, mengontrol kadar glukosa darah, dan mencegah terjadinya ketosis (kadar keton meningkat dalam darah). Penderita diabetes menurut Lokakarya LIPI/NAS (1968) dengan berat badan rata-rata cukup diberi diet 1200 – 1800 kalori sehari selama kehamilan. Pada wanita diabetes gestasional dengan berat badan normal dibutuhkan 30kkal/kg/hari. Pada wanita dengan obesitas (Indeks Massa Tubuh > 30 kg/m2) dibutuhkan 25 kkal/kg/hari
Pola makan 3 kali makan besar diselingi 3 kali makanan kecil dianjurkan dalam sehari. Pembatasan jumlah karbohidrat 40% dari jumlah makanan dalam sehari dapat menurunkan kadar glukosa darah postprandial (2 jam setelah makan)
 Gambar 2. Diet Sehat untuk Penderita DM
  1. Olahraga
Bersepeda dan olah tubuh bagian atas direkomendasikan pada wanita dengan diabetes gestasional. Para wanita dianjurkan meraba sendiri rahimnya ketika berolahraga, apabila terjadi kontraksi maka olahraga segera dihentikan. Olahraga berguna untuk memperbaiki kadar glukosa darah
 Gambar 3. Olahraga untuk Wanita dengan Diabetes Gestasional
  1. Pengobatan insulin
Penderita yang sebelum kehamilan memerlukan insulin diberikan insulin dengan dosis yang sama seperti sebelum kehamilan sampai didapatkan tanda-tanda perlu ditambah atau dikurangi. Terapi insulin direkomendasikan oleh The American Diabetes Association (1999) ketika terapi diet gagal untuk mempertahankan kadar gula darah puasa < 95 mg/dl atau 2 jam setelah makan kadar gula darah < 120 mg/dl
Gambar 4. Lokasi Penyuntikan Insulin pada Wanita Hamil
Gambar 5. Contoh Pen untuk Menyuntikkan Insulin
Terapi obat pengendali glukosa darah oral pada diabetes gestasional tidak direkomendasikan oleh ADA maupun ACOG karena obat-obat tersebut dapat melalui plasenta, merangsang pancreas janin, dan menyebabkan hiperinsulinemia pada janin.
Terapi Obstetrik
Pada penderita diabetes gestational yang tidak berat, dapat dikendalikan gula darah melalui diet saja, tidak memiliki riwayat melahirkan bayi makrosomia, maka ibu dapat melahirkan secara normal dalam usia kehamilan 37 – 40 minggu selama tidak ada komplikasi lain. Apabila diabetesnya lebih berat dan memerlukan pengobatan dengan insulin , maka sebaiknya kehamilan diakhiri lebih dini pada kehamilan 36 – 38 minggu terutama bila kehamilannya diikuti oleh komplikasi lain seperti makrosomia, pre-ekalmpsia, atau kematian janin. Pengakhiran kehamilan lebih baik lagi dengan induksi (perangsangan) atau operasi Caesar.
Wanita dengan diabetes gestasional memiliki risiko meningkat untuk mengalami diabetes tipe 2 setelah melahirkan. Kadar glukosa darah ibu harus diperiksa 6 minggu setelah melahirkan dan setiap 3 tahun ke depan.