Diabetes dalam Kehamilan (Diabetes Melitus Gestational)
Definisi
Diabetes
melitus gestational adalah keadaan intoleransi karbohidrat dari
seorang wanita yang diketahui pertama kali ketika dia sedang hamil.
Diabetes gestational terjadi karena kelainan yang dipicu oleh kehamilan,
diperkirakan karena terjadinya perubahan pada metabolisme glukosa.
Teori yang lain mengatakan bahwa diabetes tipe 2 ini disebut sebagai “unmasked”
atau baru ditemukan saat hamil dan patut dicurigai pada wanita yang
memiliki ciri gemuk, riwayat keluarga diabetes, riwayat melahirkan bayi
> 4 kg, riwayat bayi lahir mati, dan riwayat abortus berulang.
Angka
lahir mati terutama pada diabetes yang tidak terkendali dapat terjadi
10 kali dari normal. Wijono melaporkan rasio 0,18% diabetes dalam
kehamilan di RS Dr.Cipto Mangunkusumo.
Klasifikasi
Diabetes diklasifikasikan sebagai Tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus ) dan tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus ).
Diabetes tipe 1 adalah kasus genetik yang pada umumnya dimiliki sejak
kecil dan memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah.
Diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh keturunan dengan penyebabnya adalah
kurangnya penghasil insulin dalam tubuh dan tidak sensitif terhadap
hormon insulin. Diabetes tipe 2 adalah kasus yang tidak memerlukan
insulin dalam pengendalian kadar gula darah. Insulin sendiri adalah
hormon yang membawa glukosa dari darah masuk se dalam sel-sel tubuh.
Diabetes
adalah komplikasi umum dari kehamilan. Pasien dapat dipisahkan menjadi
2, yaitu mereka yang sudah diketahui sebelumya menderita diabetes dan
mereka yang didiagnosis menderita diabetes saat sedang hamil
(gestasional).
Gambar 1. Proses terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2
Skrining
Fourth International Workshop-Conference on Gestational Diabetes: Merekomendasikan skrining untuk mendeteksi Diabetes Gestasional :
- Risiko Rendah :
Tes glukosa darah tidak dibutuhkan apabila :
o Angka kejadian diabetes gestational pada daerah tersebut rendah
o Tidak didapatkan riwayat diabetes pada kerabat dekat
o Usia < 25 tahun
o Berat badan normal sebelum hamil
o Tidak memiliki riwayat metabolism glukosa terganggu
o Tidak ada riwayat obstetric terganggu sebelumnya
- Risiko Sedang :
o Dilakukan
tes gula darah pada kehamilan 24 – 28 minggu terutama pada wanita
dengan ras Hispanik, Afrika, Amerika, Asia Timur, dan Asia Selatan
- Risiko Tinggi : wanita dengan obesitas, riwayat keluarga dengan diabetes, mengalami glukosuria (air seni mengandung glukosa)
o Dilakukan
tes gula darah secepatnya. Bila diabetes gestasional tidak terdiagnosis
maka pemeriksaan gula darah diulang pada minggu 24 – 28 kehamilan atau
kapanpun ketika pasien mendapat gejala yang menandakan keadaan
hiperglikemia (kadar gula di dalam darah berlebihan)
Dari Metzger dan Coustan (1998)
Skrining
selektif seharusnya digunakan pada diabetes gestasional seperti
skrining diabetes pada umumnya. Teknik skrining dianjurkan bagi semua
wanita hamil menurut American Diabetes Association (2005) dengan menggunakan :
- Pasien diberikan 50 g beban glukosa oral, dan kadar gula darahnya diperiksa 1 jam kemudian. Bila kadar glukosa plasma > 140 mg/dl maka perlu dilanjutkan dengan tes toleransi glukosa 3 jam. Tes ini cukup efektif untuk mengidentifikasikan wanita dengan diabetes gestational
- Tes
toleransi glukosa oral adalah tes dimana pasien diberikan 100 g beban
glukosa oral, kemudian diperiksa kadar gula darahnya dengan hasil pada
pasien normal :
PemeriksaanKadar Gula darah (mg/dl)PuasaJam 1Jam 2Jam 3< 95< 180< 155< 140Tabel 1. Tes Beban Glukosa Oral (American Diabetes Association, 2005)Bila ditemukan 2 nilai abnormal maka ibu tersebut menderita diabetes melitus. Tes tersebut dilakukan pada awal kehamilan kemudian diulangi lagi pada usia kehamilan 34 minggu.World Health Organization (WHO) merekomendasikan kriteria diagnostik menggunakan tes beban glukosa oral 75 g. Diabetes gestasional didiagnosis bila:
PemeriksaanKadar Gula darah (mg/dl)PuasaJam 2> 126> 140Tabel 2. Tes Beban Glukosa Oral (WHO)Pencarian diabetes gestational dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan ibu hamil dan meyakinkan seorang ibu untuk melakukan pemeriksaan skrining untuk tes setelah melahirkan.Komplikasi pada Ibu dan BayiMasalah yang ditemukan pada bayi yang ibunya menderita diabetes dalam kehamilan adalah kelainan bawaan, makrosomia (bayi besar > 4 kg), hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hipokalsemia (kadar kalsium dalam tubuh rendah), hiperbilirubinemia (bilirubun berlebihan dalam tubuh), sindrom gawat napas, dan kematian janin. Faktor maternal (pada ibu) yang berkaitan dengan peningkatan angka kejadian makrosomia adalah obesitas, hiperglikemia, usia tua, dan multiparitas (jumlah kehamilan > 4). Makrosomia memiliki risiko kematian janin saat dilahirkan karena ketika melahirkan, bahu janin dapat nyangkut serta dan peningkatan jumlah operasi caesar. Hipoglikemia pada bayi dapat terjadi beberapa jam setelah bayi dilahirkan. Hal ini terjadi karena ibu mengalami hiperglikemia (kadar gula darah berlebihan) yang menyebabkan bayi menjadi hiperinsulinemia (kadar hormone insulin dalam tubuh janin berlebihan).Komplikasi yang didapatkan pada ibu dengan diabetes gestasional berkaitan dengan hipertensi, pre-eklampsia, dan peningkatan risiko operasi caesar.Pemeriksaan penunjangPemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan kadar gula darah atau skrining glukosa darah serta ultrasonografi untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan dan makrosomia.TerapiPengawasan sendiri kadar gula darah sangat dianjurkan pada wanita dengan diabetes dalam kehamilan. Tujuan utama monitoring adalah mendeteksi konsentrasi glukosa yang tinggi yang dapat menyebabkan peningkatan angka kejadian kematian janin. Selain monitoring, terapi diabetes dalam kehamilan adalah : - Diet
Terapi
nutrisi adalah terapi utama di dalam penatalaksanaan diabetes. Tujuan
utama terapi diet adalah menyediakan nutrisi yang cukup bagi ibu dan
janin, mengontrol kadar glukosa darah, dan mencegah terjadinya ketosis
(kadar keton meningkat dalam darah). Penderita diabetes menurut
Lokakarya LIPI/NAS (1968) dengan berat badan rata-rata cukup diberi diet
1200 – 1800 kalori sehari selama kehamilan. Pada wanita diabetes
gestasional dengan berat badan normal dibutuhkan 30kkal/kg/hari. Pada
wanita dengan obesitas (Indeks Massa Tubuh > 30 kg/m2) dibutuhkan 25 kkal/kg/hari
Pola
makan 3 kali makan besar diselingi 3 kali makanan kecil dianjurkan
dalam sehari. Pembatasan jumlah karbohidrat 40% dari jumlah makanan
dalam sehari dapat menurunkan kadar glukosa darah postprandial (2 jam
setelah makan)
Gambar 2. Diet Sehat untuk Penderita DM
- Olahraga
Bersepeda
dan olah tubuh bagian atas direkomendasikan pada wanita dengan diabetes
gestasional. Para wanita dianjurkan meraba sendiri rahimnya ketika
berolahraga, apabila terjadi kontraksi maka olahraga segera dihentikan.
Olahraga berguna untuk memperbaiki kadar glukosa darah
Gambar 3. Olahraga untuk Wanita dengan Diabetes Gestasional
- Pengobatan insulin
Penderita
yang sebelum kehamilan memerlukan insulin diberikan insulin dengan
dosis yang sama seperti sebelum kehamilan sampai didapatkan tanda-tanda
perlu ditambah atau dikurangi. Terapi insulin direkomendasikan oleh The American Diabetes Association
(1999) ketika terapi diet gagal untuk mempertahankan kadar gula darah
puasa < 95 mg/dl atau 2 jam setelah makan kadar gula darah < 120
mg/dl
Gambar 4. Lokasi Penyuntikan Insulin pada Wanita Hamil
Gambar 5. Contoh Pen untuk Menyuntikkan Insulin
Terapi
obat pengendali glukosa darah oral pada diabetes gestasional tidak
direkomendasikan oleh ADA maupun ACOG karena obat-obat tersebut dapat
melalui plasenta, merangsang pancreas janin, dan menyebabkan
hiperinsulinemia pada janin.
Terapi Obstetrik
Pada
penderita diabetes gestational yang tidak berat, dapat dikendalikan
gula darah melalui diet saja, tidak memiliki riwayat melahirkan bayi
makrosomia, maka ibu dapat melahirkan secara normal dalam usia kehamilan
37 – 40 minggu selama tidak ada komplikasi lain. Apabila diabetesnya
lebih berat dan memerlukan pengobatan dengan insulin , maka sebaiknya
kehamilan diakhiri lebih dini pada kehamilan 36 – 38 minggu terutama
bila kehamilannya diikuti oleh komplikasi lain seperti makrosomia,
pre-ekalmpsia, atau kematian janin. Pengakhiran kehamilan lebih baik
lagi dengan induksi (perangsangan) atau operasi Caesar.
Wanita
dengan diabetes gestasional memiliki risiko meningkat untuk mengalami
diabetes tipe 2 setelah melahirkan. Kadar glukosa darah ibu harus
diperiksa 6 minggu setelah melahirkan dan setiap 3 tahun ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar